Senin, 23 September 2024

Jalan Panjang ke Sukses Dunia Akhirat

 Jalan Panjang ke Sukses Dunia Akhirat

oleh : Kenderwis

Di sebuah rumah sederhana, ada seorang anak laki-laki bernama Dani. Dani baru aja lulus SMA, dan dia bingung. "Mau kuliah apa ya?" pikir Dani sambil ngunyah keripik pisang yang udah hampir habis. Temen-temennya banyak yang udah tau mau kuliah apa, ada yang mau jadi dokter, insinyur, pengusaha sukses, tapi Dani...? Dia cuma mikir, "Gue pengen sukses dunia akhirat, tapi gimana caranya?"
Suatu hari, Dani lagi duduk santai di teras rumah, nungguin ide bagus turun dari langit. Ibunya, yang kebetulan lagi nyiram tanaman, nyengir sambil bilang, "Dani, kamu tuh jangan males-malesan. Lihat tuh, Pak Udin tukang sayur. Meski kerja tiap hari, dia tetap semangat dan selalu bersyukur. Itu sukses dunia akhirat."
Dani melotot, "Jadi tukang sayur, Bu?"
Ibunya ketawa, "Bukan begitu, Nak. Tapi intinya, sukses dunia akhirat itu nggak cuma soal uang atau jabatan. Kamu harus jadi orang baik, berilmu, dan bermanfaat buat orang lain."
Dani mikir keras. "Hmm, oke, Bu. Jadi sukses tuh kayak kombinasi antara bisa ngurus dunia sama ingat akhirat?"
Ibunya angguk, "Iya. Kalau bisa, cari jurusan kuliah yang bikin kamu bisa ngejar dua-duanya."
Satu minggu kemudian, Dani dateng ke ruang tamu dengan ekspresi kayak abis nemuin harta karun. "Bu! Aku udah tau mau ambil jurusan apa!"
Ibunya senyum, "Jurusan apa, Nak?"
"Jurusan Agrobisnis!" jawab Dani dengan pede.
Ibunya heran, "Kenapa Agrobisnis?"
"Jadi gini, Bu. Aku mikir, pertanian tuh penting. Kalo aku bisa sukses di dunia pertanian, aku bisa bantu orang-orang dapat makanan yang sehat dan berkah. Aku juga bisa bikin petani-petani lebih sejahtera. Itu kan manfaat buat dunia. Nah, kalau aku niatnya lurus, insya Allah akhirat juga dapet, kan?"
Ibunya tertegun sebentar, lalu ketawa kecil. "Wah, kamu udah kayak ustaz tani nih. Tapi bagus idenya, Nak. Asal kamu serius dan nggak lupa buat terus belajar ilmu agama juga, kamu bisa sukses dunia akhirat."
Dani tersenyum lebar. "Iya dong, Bu! Aku juga udah download aplikasi kajian online biar bisa ikut belajar agama sambil kuliah nanti. Gimana, keren kan?"
Ibunya geleng-geleng sambil nyengir, "Keren, keren. Tapi yang lebih keren kalo kamu nyuci piring dulu deh sebelum mimpiin sukses dunia akhirat."
Dani tertawa, "Oke, Bu. Dunia, akhirat, dan cuci piring dulu!"
Dan sejak itu, Dani memulai langkah barunya. Dia daftar jurusan Agrobisnis, sering ikut kajian online, dan yang pasti... dia nggak pernah lupa nyuci piring tiap sore. Siapa bilang sukses dunia akhirat nggak bisa dimulai dari hal kecil?
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar