Keberadaan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Era Digitalisasi
Oleh :
Kenderwis, SKM, MKes
---------------------------------------------
Abstrak
Digitalisasi dalam segala hal telah
membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang kesehatan
masyarakat. Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang merupakan salah satu
tingkat kesarjanaan yang khusus berperan
dalam bidang kesehatan masyarakat dituntut harus mampu memainkan peran penting
dalam mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan
kesehatan khusunya kesehatan masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk
mengeksplorasi peran, tantangan, dan peluang SKM dalam era digitalisasi serta
memberikan rekomendasi untuk memaksimalkan kontribusi mereka.
A. Pendahuluan
Era digitalisasi telah mampu merevolusi
manusia dalam hal cara kita hidup dan bekerja, termasuk dalam sektor kesehatan,
khususnya kesehatan masyarakat. Kebangkitan teknologi digital seperti
telemedicine, big data, dan artificial intelligence (AI) telah membuka peluang
baru sekaligus memberikan tantangan yang tidak ringan dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Dengan
pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh Sarjana Kesehatan Masyarakat
dituntut untuk memaknai dan menyadari berada pada posisi yang unik untuk
memanfaatkan teknologi ini guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan
kesehatan masyarakat.
B. Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat di Era Digitalisasi
Adapun peran Sarjana Kesehatan
Masyarakat adalah antara lain :
1.
Pemanfaatan Data Kesehatan
Digital: dengan tersedianya data yang lengkap dan up to date, maka SKM dapat menggunakan
big data tersebut untuk melakukan analisis epidemiologi, memantau trend
kesehatan, dan juga mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin terjadi di
tengah masyarakat, dimana data tersebut dapat digunakan untuk merancang
intervensi kesehatan yang lebih efektif dan berbasis data yang ada, sehingga
lebih tepat dan akurat.
2.
Pengembangan Program Kesehatan dengan
berbasis Digital: Tenaga SKM dapat juga mengembangkan dan mengimplementasikan
program kesehatan digital seperti aplikasi kesehatan, platform telemedicine,
dan sistem manajemen informasi kesehatan yang lebih baik untuk membantu dalam
memberikan layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh
masyarakat luas.
3.
Pengembanagan Pendidikan dan
Promosi Kesehatan: Tenaga SKM dapat memanfaatkan media sosial dan
platform digital lainnya untuk melakukan pendidikan dan promosi kesehatan. Hal ini
dilakukan karena informasi yang disampaikan melalui kanal digital dapat
menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam, sehingga dapat menjangkau
masyarakat yang lebih cepat dan luas.
- Pengembangan
Penelitian kesehatan: Tenaga SKM dapat memanfaatkan teknologi
digital untuk mengumpulkan data penelitian dan menganalisis hasil
penelitian dengan lebih efisien.
- Pengembangan
kebijakan Kesehatan: Tenaga SKM dapat memanfaatkan data dan hasil analisis
digital untuk menginformasikan pengembangan kebijakan kesehatan yang
efektif dan berbasis bukti yang nyata.
C. Tantangan.
Walaupun banyak peluang yang
tersedia bagi tenaga SKM, tetapi juga terdapat beberapa tantangan, di
antaranya:
- Kesenjangan
digitalisasi di Masyarakat: walaupun saat ini akses internet cukup mudah
diakses oleh masyarakat, namun tidak semua orang memiliki akses ke
internet dan teknologi digital. Oleh karena itu SKM perlu memastikan bahwa
informasi kesehatan yang mereka sebarkan dapat diakses oleh semua masyarakat.
- Keamanan
dan Privasi serta Ketidakpastian data: Kualitas dan akurasi data
digital dapat bervariasi. Untuk itu SKM harus memiliki keterampilan yang
mumpuni untuk menilai data digital yang digunakannya dan memastikan bahwa
mereka menggunakan data yang reliable untuk analisis dan pengambilan
keputusan.selain itu Penggunaan teknologi digital dalam kesehatan
membawa risiko yang terkait dengan keamanan dan privasi data pasien. Untuk
itu SKM perlu memastikan bahwa data kesehatan yang dikumpulkan dan
disimpan aman dari ancaman cyber.
- Etika
data dan privasi: Sebagai penggunaan data digital SKM harus mampu
memperhatikan etika dan privasi data, untuk itu SKM harus mampu memahami
peraturan dan pedoman yang terkait dengan penggunaan data kesehatan.
- Lemahnya
Keterampilan digital: Untuk mengatasi hal ini, SKM harus terus
mengembangkan keterampilan digital mereka agar dapat memanfaatkan
teknologi digital secara optimal.
5.
Kurangnya Literasi Digital: masih
banyak tenaga kesehatan masyarakat mungkin kurang familiar dengan teknologi
digital, oleh karena itu memerlukan pelatihan tambahan untuk memanfaatkan
teknologi ini secara efektif.
D. Peluang untuk Pengembangan
Tenaga SKM yang mampu menyesuaikan
diri dengan digitalisasi akan memiliki banyak peluang dalam berkontribusi pada
peningkatan kesehatan masyarakat, antara lain :
- Adanya
Pekerjaan baru: Sangat
banyak pekerjaan baru di bidang kesehatan digital yang membutuhkan
keterampilan tenaga SKM.
- Jangkauan
dan Dampak yang lebih luas: tenaga SKM dapat menjangkau masyarakat yang
lebih banyak orang dan memberikan dampak yang lebih luas pada kesehatan
masyarakat melalui penggunaan teknologi digital.
- Membuka
Peluang kewirausahaan: tenaga SKM dapat menggunakan keterampilan
digital mereka untuk mengembangkan bisnis mereka sendiri di bidang kesehatan.
- Keberlanjutan
Pelatihan dan Pendidikan kesehatan masyarakat: dengan
adanya era digitalisasi ini, maka akan menyediakan pelatihan dan
pendidikan berkelanjutan bagi SKM untuk meningkatkan literasi digital dan
kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi kesehatan terbaru.
5.
Mengembangakan Kolaborasi Teknologi
Informasi: era digital mendorong kolaborasi antara SKM dan ahli
teknologi informasi untuk mengembangkan solusi kesehatan digital yang inovatif
dan efektif.
6.
Pengembangan Kebijakan
yang terbarukan: Hal ini dapat mendorong pemerintah dan
pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung
penggunaan teknologi digital dalam kesehatan masyarakat, termasuk regulasi
tentang keamanan data dan akses teknologi.
Agar dapat meraih peluang ini
maka sangat diperlukan bagi SKM memiliki softskill yang kuat, seperti computational
thinking, kreativitas, dan flexibilitas attitude, untuk beradaptasi dengan
cepat dengan perubahan teknologi
E. Kesimpulan
Kemajuan zaman khusunya digitalisasi
menawarkan peluang besar bagi Sarjana Kesehatan Masyarakat untuk meningkatkan
kualitas diri dan efektivitas layanan kesehatan. Akan Tetapi juga terdapat
banyak tantangan seperti kesenjangan digital, keamanan data, dan kurangnya
literasi digital harus diatasi melalui pelatihan, kolaborasi, dan pengembangan
kebijakan yang mendukung. Oleh karena itu SKM harus mampu melakukan pendekatan
yang tepat, sehingga SKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan
dampak positif yang signifikan pada kesehatan masyarakat.
F. Rekomendasi
1.
SKM Harus mampu Meningkatkan Akses
Teknologi: Upaya ini harus dilakukan untuk mengurangi kesenjangan
digital dengan meningkatkan akses terhadap teknologi di seluruh lapisan
masyarakat.
2.
SKM Harus Memperkuat Keamanan Data:
hal ini dapat dilakukan dengan cara mengimplementasikan standar keamanan data
yang ketat untuk melindungi privasi pasien dan memastikan integritas data
kesehatan.
3.
SKM Menyediakan diri
untu Pelatihan Literasi Digital: yaitu dengan cara mengikuti
atau membuat program pelatihan literasi digital untuk tenaga kesehatan guna
memastikan mereka dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
4.
SKM Harus mampu melakukan Penelitian
dan Inovasi: karena hal ini dapat mendorong penelitian dan inovasi
dalam pengembangan solusi kesehatan digital yang dapat meningkatkan pelayanan
kesehatan masyarakat.
SKM yang mampu mengadopsi teknologi digital dan
mengatasi tantangan yang ada, maka Sarjana Kesehatan Masyarakat dapat
berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di era
digitalisasi.
Referensi:
- World Health Organization (WHO). (2020). Digital Health.
Retrieved from WHO website
- Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2021).
Transformasi Digital Kesehatan. Retrieved from Ministry of Health website
- Gibbons, M. C., et al. (2011). Expanding the Reach and Impact
of Consumer e-Health Tools. American Journal of Preventive Medicine, 40(5
Suppl 2), S93-S102.
- https://www.researchgate.net/publication/354498545_The_Era_of_Society_50_as_the_unification_of_humans_and_technology_A_literature_review_on_materialism_and_existentialism
- https://www.fkm.ui.ac.id/seminar-online-nasional-fkm-ui-seri-20-implementasi-transformasi-sistem-pelayanan-kesehatan-masyarakat-di-era-digital/
- https://www.esaunggul.ac.id/enam-skill-yang-harus-dimiliki-oleh-sarjana-kesehatan-masyarakat-di-era-industri-4-0/
- https://www.ui.ac.id/upaya-tingkatkan-layanan-kesehatan-masyarakat-melalui-integrasi-big-data-dan-transformasi-digital/
- Seminar Online Nasional FKM UI Seri 20: Implementasi
Transformasi Sistem Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Era Digital.
- Enam Skill yang Harus Dimiliki Oleh Sarjana Kesehatan
Masyarakat di Era Industri 4.0.
- Begini Tantangan Ahli Kesehatan Masyarakat di Era
Revolusi Industri 4.0.
- FKM UNDANA GELAR KULIAH UMUM “Transformasi Digital
Public Health Untuk Meningkatkan Status Gizi Kesehatan Masyarakat”.
- KULIAH PAKAR “Digitalisasi Pelayanan Kesehatan di Era
Masyarakat 5.0”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar