LANTAI DASAR (1)
Bersama alam, segalanya menjadi indah. sy coba utk sedekat mungkin berkolaborasi dg alam dlm tiap tindak dan ucap.
Bersama ini sy sampaikeeeeeen bhwa apa yg sy tulis/akan/dan yg sudah/ adl dlm nuansa alam.. Artinya : super natural tanpa polesan nafsu pd sgala sisi. yaitu mengalir bersama sungai yg melewati apapun yg musti di lewati.. dlm menulis,, sy hindari format akademik,, tdk terpancang oleh aturan2 akademisi atau nuansa formil dg landasan doktrinitas yg cenderung mengikat. maka sy katakan bahwa apa yg sy sampaiken adl refleksi spontanitas,tanpa konsepsi atau rancang bangun tertulis yg notabene penuh reka dan tehnik..jg bukan sbuah plagiasi,, jiplakan,, copy paste atau sjenisnya, jd misalkan ada pembaca yg melakukan penghakiman atas format tulisan, mk itu hak anda,,tp sy berharap anda mampu dan sudi melihat dg hati ttg essensi dan orientasi yg berujung pd titik kbenaran yg di sepakati oleh logika,meski tdk ter cerna oleh logika itu sndiri pd sisi dtailnya. karna ada kecerdasan spiritual yg akan menjawab pertanyaan yg tdk mampu di jwb oleh logika,, mk bagi saudara2 aisyah yg sudi mmbaca tulisan aisyah,, mohon hidupkan komponen rahsa, cahaya spiritual, welas asih, agar tdk terjadi agresi sporadis dlm menyikapinya... Yg berujung pd sbuah pijaran api yg akan merugikan kita bersama....
Salam ta'dzim
joyo wijayanti sirnaning pangroso lebur dening pangastuti.. Nuwun..
Lantai Dasar (2)joyo wijayanti sirnaning pangroso lebur dening pangastuti.. Nuwun..
--------------------------
ANAK ANAK ALLAH
Allah tidak punya anak????...mosokkk???
Naif,, org yg menterjemahkn firman dg menghargai mati sbuah kalimat dg sbuah makna. jangan meng fisualkan keadaan Allah dg sgala sifat2NYA dg fisualisasi kemahlukan.
Contoh ayat :yadallohu fauqo aidihim.. (tangan Allah di atas tangan mereka) ayat ini dg asbab nuzul ttg perjanjian/sumpah pd saat perang,, para pasukan muslim menumpukkan tangan2 mereka dan bersumpah setia pd kebenaram sampai mati.. //dan banyak lg ayat2 semisal tsb. Mk sungguh keliru kalo membaca ttg "tangan Allah" lalu refleksi pemikiran muncul seakan2 Allah "bertangan" sbagaimana manusia,, begitu jg ttg kata "anak Allah",,lalu muncul bayangan "anak sbagaimana manusia melahirkan".lalu apakah berarti Allah bersenggama sbagaimana mata rantai kemunculan anak manusia?
---------tarik nafas sejenak------------------------------
Kata "anak" itu dari bahasa jawa "ana" atau "ono"..yg berarti "ada".../ketika ada pertanyaan : "sopo sing "nganak'ake menungso? (siapa yg mengadakan manusia? atau,, "siapa yg membuat manusia menjadi ada? "..tentu jawabanya adl : Allah lah yg "mengadakan"manusia// yg berarti : Allah lah yg "nganak'ake" menungso"
di sebut "anak",,yaitu dg syarat "di lahirkan" ,
nah,, kata "lahir" tsb berasal dari bhs arab "dzohir"...yg brarti "nampak" atau "wujud".mk sgala apapun yg tadinya tidak ada/tdk nampak/tdk wujud, kemudian menjadi ada/wujud,,mk berarti : sesuatu tsb "di dzohirkam" atau "di wujudkan". Yg berati pula "di lahirkan"/yg berati pula "di anakkan"...maka sesuatu yg di lahirkan di sebut "anak"
Anak dlm tatar basyariyah(ruang manusia) ,,ada/terlahir karna adanya "bapak dan ibu" yg bersenggama lalu dari keduanya keluar dua air yg memancar sbagai "bahan" utk wujudnya "sosok yg akan di dzohirkan(di lahirkan) yg di kmudian waktu di sebut "anak"..
Perhatikan ini : mahluk/wujud dlm tatar robbaniyah (ruang ketuhanan),, ada atau wujud karna adanya "al rohman dan al rohim" yg dari keduanya memancarkan nur "kun fa yakun" sbagai "bahan" utk wujudnya "sosok yg akan di dzohirkan(di lahirkan) yg di kemudian hari di sebut : mahluk.
Lalu apa salah menyebut "mahluk" ini sbagai "anak"..karna memang Allah lah yg meng anakkan? Atau yg meng adakan?..
Maka berarti : segala yg wujud karna wujudnya di wujudkan oleh dzat hyang maha wujud,, maka di sebut :"anak2 dari hyang maha wujud tsb. " karna yg mengdzohirkan atau yg melahirkan adalan dzat hyang wujud itu sendiri, yg tiada lain adl Allah, mk sgala yg wujud tsb di katakan sbagai "anak2 Allah"
------tarik nafas lagi-------------------------------------------
Bapak manusia yg berarti al rohman,, dan ibu yg berarti al rohim,, karna ibulah yg punya rohim atau "rahim"..dari rohman rohimnya Allah atau welas asihnya Allah itulah alam ini wujud....
---------bersambung--------------------------------------------
Naif,, org yg menterjemahkn firman dg menghargai mati sbuah kalimat dg sbuah makna. jangan meng fisualkan keadaan Allah dg sgala sifat2NYA dg fisualisasi kemahlukan.
Contoh ayat :yadallohu fauqo aidihim.. (tangan Allah di atas tangan mereka) ayat ini dg asbab nuzul ttg perjanjian/sumpah pd saat perang,, para pasukan muslim menumpukkan tangan2 mereka dan bersumpah setia pd kebenaram sampai mati.. //dan banyak lg ayat2 semisal tsb. Mk sungguh keliru kalo membaca ttg "tangan Allah" lalu refleksi pemikiran muncul seakan2 Allah "bertangan" sbagaimana manusia,, begitu jg ttg kata "anak Allah",,lalu muncul bayangan "anak sbagaimana manusia melahirkan".lalu apakah berarti Allah bersenggama sbagaimana mata rantai kemunculan anak manusia?
---------tarik nafas sejenak------------------------------
Kata "anak" itu dari bahasa jawa "ana" atau "ono"..yg berarti "ada".../ketika ada pertanyaan : "sopo sing "nganak'ake menungso? (siapa yg mengadakan manusia? atau,, "siapa yg membuat manusia menjadi ada? "..tentu jawabanya adl : Allah lah yg "mengadakan"manusia// yg berarti : Allah lah yg "nganak'ake" menungso"
di sebut "anak",,yaitu dg syarat "di lahirkan" ,
nah,, kata "lahir" tsb berasal dari bhs arab "dzohir"...yg brarti "nampak" atau "wujud".mk sgala apapun yg tadinya tidak ada/tdk nampak/tdk wujud, kemudian menjadi ada/wujud,,mk berarti : sesuatu tsb "di dzohirkam" atau "di wujudkan". Yg berati pula "di lahirkan"/yg berati pula "di anakkan"...maka sesuatu yg di lahirkan di sebut "anak"
Anak dlm tatar basyariyah(ruang manusia) ,,ada/terlahir karna adanya "bapak dan ibu" yg bersenggama lalu dari keduanya keluar dua air yg memancar sbagai "bahan" utk wujudnya "sosok yg akan di dzohirkan(di lahirkan) yg di kmudian waktu di sebut "anak"..
Perhatikan ini : mahluk/wujud dlm tatar robbaniyah (ruang ketuhanan),, ada atau wujud karna adanya "al rohman dan al rohim" yg dari keduanya memancarkan nur "kun fa yakun" sbagai "bahan" utk wujudnya "sosok yg akan di dzohirkan(di lahirkan) yg di kemudian hari di sebut : mahluk.
Lalu apa salah menyebut "mahluk" ini sbagai "anak"..karna memang Allah lah yg meng anakkan? Atau yg meng adakan?..
Maka berarti : segala yg wujud karna wujudnya di wujudkan oleh dzat hyang maha wujud,, maka di sebut :"anak2 dari hyang maha wujud tsb. " karna yg mengdzohirkan atau yg melahirkan adalan dzat hyang wujud itu sendiri, yg tiada lain adl Allah, mk sgala yg wujud tsb di katakan sbagai "anak2 Allah"
------tarik nafas lagi-------------------------------------------
Bapak manusia yg berarti al rohman,, dan ibu yg berarti al rohim,, karna ibulah yg punya rohim atau "rahim"..dari rohman rohimnya Allah atau welas asihnya Allah itulah alam ini wujud....
---------bersambung--------------------------------------------
lantai dasar (3)
لم بلدولم بولد.......................................................................
yg di maksud "lam yalid walam yulad"(bahwa Allah itu tdk beranak dan tidak di peranakkan)... adl "tidak beranak sbagaimana prosesi beranaknya mahluk, dan tidak di peranakkan sperti prosesi keperanakan mahluk/manusia .."
............karna jelas sifat Allah adalah : "mukhollafatu lil hawadisi".(tidak sama dg mahlukNYA)
maka jelas sbuah kebiadaban yg nyata apabila manusia berkesimpulan bahwa Allah itu beranak dan di peranakkan sbagaimana prosesi kemahlukan.... tp yg di maksud "anak2 Allah" adl "seluruh wujud yg di wujudkan oleh Allah"
.
KAIDAH ALAM BASYAR
sbagaimana sbuah rumah tangga yg terdiri dari ayah ibu, anak2...begitu banyak keturunan manusia dan pd stiap diri terbentuk karakter dan gaya laku yg berbeda2,dari laku soleh sampai laku terburuk dg sifat terburuk,, sesekali org tua menghardik sang anak karna memuncaknya kekesalan ttg keburukan laku anak,, dan menyanjung bahkan menempatkan sang anak pd posisi sangat dekat pd dirinya ketika org tua melihat anak begitu hebat kesalehanya... ada anak yg di hardik : minggat dapormu... km bukan anakku... Minggaaaaaaat... lha wong baru seminggu di sunat kok wis metengi rondo?? guwwwwwo obloooooogggg ....minggat dan enyah kamu!!!!!!
....
Lalu pd ketika lain org tua menyanjung anak : ealah lee,, nok,, cah bagos,,km mau minta apa? Ayo jgn ragu,, bilang sama ayah,,sambil di peluk penuh kasih dan menempatkan anak tsb pd kelayakan tertinggi di sisinya....
Jadi.. : seburuk apapun si tarmin dan sesoleh apapun si akemat,, keduanya adl "anak2 sendiri"..
lonthe,, copet, garong, bajingan tengik,, tukang becak,, direktur,, kyai amplop,, kyai abal2,,kyai yg muhlis,, ulama,,rahib, pendeta, tukang santet..tukang tipu..cacing,, kuda,, ular,, anjing,, bagong celeng asu kemin singgat mrutu lan sak panunggalane...............
Subhanalloh... Mereka adl "anak2 Allah".......
dan semua mahluk adalah "BERSAUDARA"
maka nampaklah kehebatan sang anak ketika ia menunjukkan kasihnya kpd saudara lainya,, betapa bangga orang tua ketika melihat si akemat yg soleh mendekati tukiman yg jahat dg berbagai trik dan pengorbanan,mendekat merayu saudaranya tsb dg kasihnya agar menjadi anak baik yg berbudi tinggi dan bertaubat,, org tua melihat dan mmperhatikan dg airmata menetes,, haru dan kagum thd anaknya yg berjuang memberantas keburukan dari antara para penjahat karna ia sadar bahwa seluruh yg ada di rumahnya adl anak2 bapaknya juga,, yg berarti saudanya juga,, lalu dg kesadaran ttg persaudaraan tsb ia prihatin melihat laku buruk yg akan merugikan saudara tsb dan ia berusaha menyelamatnya...................
Apa yg akan terjadi saat penjahat menodong seseorang lalu dia tau bahwa yg di todong tsb ternyata kakak atau adik nya sendiri??
mk kesadaran ttg "siapa dia" di mata kita, kesadaran ttg persaudaraan hakiki thd semua mahluk,, kesadaran bahwa semua mahluk adlah sama "putra2 bapakku juga"...maka pd ujung rasanya adl munculnya rasa cinta,, asih,, peduli thd sesama mahluk yg ternyata adalah: "saudara2 kita sendiri"..
perhatikan ayat ini :
.... laayu'minu ahadukum khatta yuhibbu li akhihi maayuhibbu linafsih..
..( tidak di katakan "ber iman " di antara kalian,, sebelum kalian mencintai saudara kalian sbagaimana kalian memcintai diri kalian senditi)....
Makna sbenarnya begini : seseorang dari kita, tidak akan di sebut "org ber iman" atau bahkan bisa di katakan kapirrrrrrr di sisi Allah,, apabila tidak muncul rasa cinta pd diri kt terhadap sesama mahluk,tdk menganggap saudara kpd stiap mahluk, sehingga ia tdk mampu mencintai seluruh mahluk seperti ia mencintai dirinya sendiri....!!!!!
Inilah makna ROHMATAN LIL ALAMIN
Semua akan menjadi hebat dan bernilai tinggi kalo kita dasari diri dg sifat "rohmatan lil alamin"...
Yaitu : merahmati seluruh alam,, mengasihi seluruh alam... Inilah pilar yg menjadi dasar ibadah yg sesungguhnya.......
Original by Aisyah R alfaqir
........................... ........................bersambung........
لم بلدولم بولد.......................................................................
yg di maksud "lam yalid walam yulad"(bahwa Allah itu tdk beranak dan tidak di peranakkan)... adl "tidak beranak sbagaimana prosesi beranaknya mahluk, dan tidak di peranakkan sperti prosesi keperanakan mahluk/manusia .."
............karna jelas sifat Allah adalah : "mukhollafatu lil hawadisi".(tidak sama dg mahlukNYA)
maka jelas sbuah kebiadaban yg nyata apabila manusia berkesimpulan bahwa Allah itu beranak dan di peranakkan sbagaimana prosesi kemahlukan.... tp yg di maksud "anak2 Allah" adl "seluruh wujud yg di wujudkan oleh Allah"
.
KAIDAH ALAM BASYAR
sbagaimana sbuah rumah tangga yg terdiri dari ayah ibu, anak2...begitu banyak keturunan manusia dan pd stiap diri terbentuk karakter dan gaya laku yg berbeda2,dari laku soleh sampai laku terburuk dg sifat terburuk,, sesekali org tua menghardik sang anak karna memuncaknya kekesalan ttg keburukan laku anak,, dan menyanjung bahkan menempatkan sang anak pd posisi sangat dekat pd dirinya ketika org tua melihat anak begitu hebat kesalehanya... ada anak yg di hardik : minggat dapormu... km bukan anakku... Minggaaaaaaat... lha wong baru seminggu di sunat kok wis metengi rondo?? guwwwwwo obloooooogggg ....minggat dan enyah kamu!!!!!!
....
Lalu pd ketika lain org tua menyanjung anak : ealah lee,, nok,, cah bagos,,km mau minta apa? Ayo jgn ragu,, bilang sama ayah,,sambil di peluk penuh kasih dan menempatkan anak tsb pd kelayakan tertinggi di sisinya....
Jadi.. : seburuk apapun si tarmin dan sesoleh apapun si akemat,, keduanya adl "anak2 sendiri"..
lonthe,, copet, garong, bajingan tengik,, tukang becak,, direktur,, kyai amplop,, kyai abal2,,kyai yg muhlis,, ulama,,rahib, pendeta, tukang santet..tukang tipu..cacing,, kuda,, ular,, anjing,, bagong celeng asu kemin singgat mrutu lan sak panunggalane...............
Subhanalloh... Mereka adl "anak2 Allah".......
dan semua mahluk adalah "BERSAUDARA"
maka nampaklah kehebatan sang anak ketika ia menunjukkan kasihnya kpd saudara lainya,, betapa bangga orang tua ketika melihat si akemat yg soleh mendekati tukiman yg jahat dg berbagai trik dan pengorbanan,mendekat merayu saudaranya tsb dg kasihnya agar menjadi anak baik yg berbudi tinggi dan bertaubat,, org tua melihat dan mmperhatikan dg airmata menetes,, haru dan kagum thd anaknya yg berjuang memberantas keburukan dari antara para penjahat karna ia sadar bahwa seluruh yg ada di rumahnya adl anak2 bapaknya juga,, yg berarti saudanya juga,, lalu dg kesadaran ttg persaudaraan tsb ia prihatin melihat laku buruk yg akan merugikan saudara tsb dan ia berusaha menyelamatnya...................
Apa yg akan terjadi saat penjahat menodong seseorang lalu dia tau bahwa yg di todong tsb ternyata kakak atau adik nya sendiri??
mk kesadaran ttg "siapa dia" di mata kita, kesadaran ttg persaudaraan hakiki thd semua mahluk,, kesadaran bahwa semua mahluk adlah sama "putra2 bapakku juga"...maka pd ujung rasanya adl munculnya rasa cinta,, asih,, peduli thd sesama mahluk yg ternyata adalah: "saudara2 kita sendiri"..
perhatikan ayat ini :
.... laayu'minu ahadukum khatta yuhibbu li akhihi maayuhibbu linafsih..
..( tidak di katakan "ber iman " di antara kalian,, sebelum kalian mencintai saudara kalian sbagaimana kalian memcintai diri kalian senditi)....
Makna sbenarnya begini : seseorang dari kita, tidak akan di sebut "org ber iman" atau bahkan bisa di katakan kapirrrrrrr di sisi Allah,, apabila tidak muncul rasa cinta pd diri kt terhadap sesama mahluk,tdk menganggap saudara kpd stiap mahluk, sehingga ia tdk mampu mencintai seluruh mahluk seperti ia mencintai dirinya sendiri....!!!!!
Inilah makna ROHMATAN LIL ALAMIN
Semua akan menjadi hebat dan bernilai tinggi kalo kita dasari diri dg sifat "rohmatan lil alamin"...
Yaitu : merahmati seluruh alam,, mengasihi seluruh alam... Inilah pilar yg menjadi dasar ibadah yg sesungguhnya.......
Original by Aisyah R alfaqir
........................... ........................bersambung........
lantai dasar (4)
DASAR DARI SEGALA AF'AL UBUDIYYAH
setelah scara universal di ketahui bahwa sifat welas asih adalah sbuah keniscayaan maka diri mampu menarik benang emas dari tumpukan sgala benang yg bertumpuk di antara sampah2 di pojok ruas yg semrawut..
TELAGA SHOLAT
kata sholat sudah tdk asing di telinga kita,tp msh bnyk yg mengartikan dg pengertian yg tdk adil.sehingga muncul ketimpangan makna dan kelirunya dlm peng implementasian sholat dlm af'al sehari2.kita tentu biasa dengar : innassolata tanha anil fajhsya'i wal munkar.. (sungguh.... sholat itu akan mencegah perbuatan keji dan munkar)... Tp knp banyak pelaku sholat/ahli sholat yg masih kerjakan perbuatan keji dan munkar? Tukang sholat yg msh korup? masih meramal togel?masih doyan nggodain janda sebelah? msh selingkuh dg santainya? dll,, dimana efek sholat yg sbenarnya? bukankah para pendekar munkar tsb ahli sholat? Bahkan di antaranya ada yg sampai hitam jidatnya? inilah ketimpangam yg terjadi scara riil di depan mata kita. nyata!!!
Apkah ayat "jaminan keamanan" tadi basa basi tok?mk ketahuilah bahwa sbagian dari kita telah keliru dlm menyimpulkan sehingga salah dlm mengambil keputusan dlm bertindak,,ini sangat fatal mengingat sholat adl "hal" yg utama,, dan yg menjadi dasar dari sgala amal ibadah kita..amal yg pertama di pertanyakan di hadapan Allah kelak.
mari kita bersama menyelam pd kedalaman makna, menyelam utk mendapatkan mutiara di telaga sholat.agar derajad sholat kita menempati ketinggianya dan mengangkat derajad kita di sisi Allah....
HAKIKAT SHOLAT
kata sholat itu jelas bahasa arab.. As sholah.. berasal dari kata "sholla" yg aslinya "sholawa".
dlm ilmu nahwu shorof : solla asluhu sholawa ala wazinin fa'ala. (kata sholla aslinya shollawa yg mengikut wazan fa'ala). lalu mendapat terapan huruf ta marbutho yg mengisyaratkan makna agung,, yg di sebut "ta' balaghoh"..jd kkeliru kalo melihat penambahan huruf "ta'" pd kata sholat tsb sbagai bentuk kalimat mu'annas...scara literat bahasa, kata sholat adl sama kedudukanya dg sholawat..kata shollu adl bentuk fi'il amar dari kata sholat dan sholawat. dlm perintah bersolawat artinya : bersholawatlah...!!! dan pd ayat perintah sholat,, berarti : sholatlah...!!! dari kedua perintah yg "sama" tsb ternyata menghasilkam pekerjaan yg berbeda. Yg satu mengerjakan sholat,, yg satunya lagi mengerjakan solawat/membaca sholawat..pdhl ayat perintahnya sama : sholluu....!!! Tyus gimana dooooooong....
Tunggu setelah pesan2 berikut ini.
........................................bersambung...........
kata sholat sudah tdk asing di telinga kita,tp msh bnyk yg mengartikan dg pengertian yg tdk adil.sehingga muncul ketimpangan makna dan kelirunya dlm peng implementasian sholat dlm af'al sehari2.kita tentu biasa dengar : innassolata tanha anil fajhsya'i wal munkar.. (sungguh.... sholat itu akan mencegah perbuatan keji dan munkar)... Tp knp banyak pelaku sholat/ahli sholat yg masih kerjakan perbuatan keji dan munkar? Tukang sholat yg msh korup? masih meramal togel?masih doyan nggodain janda sebelah? msh selingkuh dg santainya? dll,, dimana efek sholat yg sbenarnya? bukankah para pendekar munkar tsb ahli sholat? Bahkan di antaranya ada yg sampai hitam jidatnya? inilah ketimpangam yg terjadi scara riil di depan mata kita. nyata!!!
Apkah ayat "jaminan keamanan" tadi basa basi tok?mk ketahuilah bahwa sbagian dari kita telah keliru dlm menyimpulkan sehingga salah dlm mengambil keputusan dlm bertindak,,ini sangat fatal mengingat sholat adl "hal" yg utama,, dan yg menjadi dasar dari sgala amal ibadah kita..amal yg pertama di pertanyakan di hadapan Allah kelak.
mari kita bersama menyelam pd kedalaman makna, menyelam utk mendapatkan mutiara di telaga sholat.agar derajad sholat kita menempati ketinggianya dan mengangkat derajad kita di sisi Allah....
HAKIKAT SHOLAT
kata sholat itu jelas bahasa arab.. As sholah.. berasal dari kata "sholla" yg aslinya "sholawa".
dlm ilmu nahwu shorof : solla asluhu sholawa ala wazinin fa'ala. (kata sholla aslinya shollawa yg mengikut wazan fa'ala). lalu mendapat terapan huruf ta marbutho yg mengisyaratkan makna agung,, yg di sebut "ta' balaghoh"..jd kkeliru kalo melihat penambahan huruf "ta'" pd kata sholat tsb sbagai bentuk kalimat mu'annas...scara literat bahasa, kata sholat adl sama kedudukanya dg sholawat..kata shollu adl bentuk fi'il amar dari kata sholat dan sholawat. dlm perintah bersolawat artinya : bersholawatlah...!!! dan pd ayat perintah sholat,, berarti : sholatlah...!!! dari kedua perintah yg "sama" tsb ternyata menghasilkam pekerjaan yg berbeda. Yg satu mengerjakan sholat,, yg satunya lagi mengerjakan solawat/membaca sholawat..pdhl ayat perintahnya sama : sholluu....!!! Tyus gimana dooooooong....
Tunggu setelah pesan2 berikut ini.
........................................bersambung...........
LANTAI DASAR (5)
mengungkap sbuah sisi ...............................................
jadi jelas sudah,, arti sholat dan sholawat. dlm bhs lain adl RAHMAH. Yg berarti pula rohman rohim. .yg berarti WELAS ASIH dlm bhs jawa.
............,..................................
maka yg di sebut sholat itu ada dua..
*Sholat syareat dan sholat hakikat, atau
*sholat raga dan sholat jiwa,atau,
*sholat lahir dan sholat batin,atau
*sholat jasmani dan sholat rohani
..............................................................
sHOLAT SYAREAT
yaitu suatu gerakan ibadah yg di awalai dg takbir dan di ahiri dg salam.(sholat 5 waktu)
atau dlm istilah lain di sebut sbagai RITUALNYA SHOLAT.
SHOLAT HAKIKAT
Yaitu penanaman jiwa rahmah(penanaman as sholah dlm diri dan membuktikan laku sehari2 dg landasan rahmah,, atau welas asih)
apabila diri melakukan ritual sholat lima waktu dg dasar ketaatan kpd rosul, dan mendasari jiwanya dg sifat welas asih yg di buktikan dlm laku sehari2,mk dia telah MENEGAKKAN SHOLAT.. tp kalo diri hanya melakukan ritualnya saja(sholat lima waktu) tanpa ada penanamn jiwa welad asih(rahmah) mk dia telah MENGERJAKAN SHOLAT..... tp belum menegakkan...
Padahal perintahnya jelas : AQIMISSOLAH (tegakkanlah sholat)... bukan fa'ilusholah atau dg fiil amar "uf'ul" dlm wazan lain. ternyata masih buanyaaaaaaak sekali yg hanya "mengerjakan"..bukan "menegakkan".
Perhatkan ini : as sholatu imaduddin faman aqomaha faqod aqomaddin,, waman tarokaha faqod hadamaddin.. Perhatikan kata "aqomaha" yg berarti menegakkan. kebanyakan kita hanya melakukan pekerjaan menggarap tiang bendera tanpa di teruskan dg menegakkan tiang tsb. bagaimana bendera akan berkibar di ketinggian?
sungguh sbuah kesia2an,, bahkan sbuah kecelakaan. ..
Inilah makna dari ayat : fawaillul lilmushollin.. (celakalah org2 yg sholat)
..alladzinahum an sholatihim saahuun. (yaitu mereka yg lalai ttg sholatnya)..
Kata "lalai" itu berarti : tidak sempurna,, tdk essensial,, tdk orientatf,,hanya pekerjaan rrtual saja,, atau upacara tanpa makna!!!!
.....tarik nafas dulu....................
.............bersambung. .....................................
Yaitu penanaman jiwa rahmah(penanaman as sholah dlm diri dan membuktikan laku sehari2 dg landasan rahmah,, atau welas asih)
apabila diri melakukan ritual sholat lima waktu dg dasar ketaatan kpd rosul, dan mendasari jiwanya dg sifat welas asih yg di buktikan dlm laku sehari2,mk dia telah MENEGAKKAN SHOLAT.. tp kalo diri hanya melakukan ritualnya saja(sholat lima waktu) tanpa ada penanamn jiwa welad asih(rahmah) mk dia telah MENGERJAKAN SHOLAT..... tp belum menegakkan...
Padahal perintahnya jelas : AQIMISSOLAH (tegakkanlah sholat)... bukan fa'ilusholah atau dg fiil amar "uf'ul" dlm wazan lain. ternyata masih buanyaaaaaaak sekali yg hanya "mengerjakan"..bukan "menegakkan".
Perhatkan ini : as sholatu imaduddin faman aqomaha faqod aqomaddin,, waman tarokaha faqod hadamaddin.. Perhatikan kata "aqomaha" yg berarti menegakkan. kebanyakan kita hanya melakukan pekerjaan menggarap tiang bendera tanpa di teruskan dg menegakkan tiang tsb. bagaimana bendera akan berkibar di ketinggian?
sungguh sbuah kesia2an,, bahkan sbuah kecelakaan. ..
Inilah makna dari ayat : fawaillul lilmushollin.. (celakalah org2 yg sholat)
..alladzinahum an sholatihim saahuun. (yaitu mereka yg lalai ttg sholatnya)..
Kata "lalai" itu berarti : tidak sempurna,, tdk essensial,, tdk orientatf,,hanya pekerjaan rrtual saja,, atau upacara tanpa makna!!!!
.....tarik nafas dulu....................
.............bersambung. .....................................
LANTAI DASAR (6)
Di balik simbol .
syareat scara essensial berarti : hukum/tatanan alam lahiriyah. karna alam ini di cipta dg systematika yg sangat systematis,mk eksistensi alam lahiriyah ini dg sendirinya terkurung kuat oleh sbuah hukum(hukum alam),, mk dg sendirinya alam lahiriyah di sebut ALAM SYAREAT. hyang maha wujud yg menciptanya meghendaki keselarasan yg di amanahkan oleh wakilNYA di muka bumi,, yaitu manusia sbagai kholifah.mk di utuslah para nabi agar membumikan risalah langit demi mensuseskan program keselarasan tsb. Dan muhammad rosululloh SAW adl utusan terahir, ajaran/intruksi/tatanan yg terbungkus dlm risalahnya adl murni dari Allah,bukan hanya kekuatan spiritual, transendent, bahkan sampai pd maqom lord quotien(kecerdasan ilahiyyah dg pilar wahyu sbagai jalur tunggalnya )..perintah sholat lima waktu adl hasil dari komunikasi puncak mi'roj dlm suasana hening yg dahsyat.sungguh suatu petaka yg dahsyat pula bagi para penentang risalah yg sudah dlm kesepakatan ilahiyyah.
rumusan yg indah penuh makna yg pasti pas dan tepat utk di jalankan.
Urgensitas dlm gerak syar'i, laku dan tatanan ritual syar'iyyah,,
sungguh telah Allah putuskan sbagai sisi pembungkus makna yg dahsyat yg
jelas ber efek telak pd kebutuhan manusia di sbuah sisi kemanusiaanya.
Mk itu adl harga yg harus di bayar tanpa penawaran,.tp banyak sekali
penentang yg sok tahu, mrasa telah berilmu tinggi dan merasa telah masuk
ke ruangan sirri lalu berkesimpulan sepihak dan memutuskan utk
meninggalkan tatanan ibadah syareat tsb.
sholat lima waktu adl ibadah syareat,, ibarat telor,ritual sholat syareat itu adl cangkangnya. kita di perintahkan utk menyempurnakan telor tsb. dan sempurnanya telor adl bersama cangkangnya. Meskipun pd waktunya cangkang tsb terbuang
tp keberadaan cangkang adl sbuah kemustian.
bagaimana kalo telor keluar dari pantat ayam tanpa cangkang?
tapi sayang sekali banyak yg membangga2kan ritual syareat,, tp lupa hakikat, mk ibarat telor hanya bagus cangkang saja, tp busuk di dalamnya.
Begitupun dg yg membangga2kan hakikat dan meninggalkan syareat, ibarat telor tanpa cangkang,, harus sgera di goreng agar tdk membusuk dan terbuang.
seperti al hallaj yg di hukum mati,, agar tdk membusuk di alam syareat!!!.karna alam lahiriyyah ini adl alam syareat bung,jd mengikuti tatanan syareat adl sbuah harga mati.tdk bs di tawar dg prasangka ketinggian ilmu sirimu yg kau klaim sbagai kebenaran tingkat tinggi. Adakah kau merasa lbh tinggi di banding rosululloh sbagai pemimpin manusia sgala zaman? .... Marilah kita kembali kpd tatanan syareat dan rapatkan barisan...
tarik nafas dulu....bersambung.
....original by Aisyah R al faqir....
sholat lima waktu adl ibadah syareat,, ibarat telor,ritual sholat syareat itu adl cangkangnya. kita di perintahkan utk menyempurnakan telor tsb. dan sempurnanya telor adl bersama cangkangnya. Meskipun pd waktunya cangkang tsb terbuang
tp keberadaan cangkang adl sbuah kemustian.
bagaimana kalo telor keluar dari pantat ayam tanpa cangkang?
tapi sayang sekali banyak yg membangga2kan ritual syareat,, tp lupa hakikat, mk ibarat telor hanya bagus cangkang saja, tp busuk di dalamnya.
Begitupun dg yg membangga2kan hakikat dan meninggalkan syareat, ibarat telor tanpa cangkang,, harus sgera di goreng agar tdk membusuk dan terbuang.
seperti al hallaj yg di hukum mati,, agar tdk membusuk di alam syareat!!!.karna alam lahiriyyah ini adl alam syareat bung,jd mengikuti tatanan syareat adl sbuah harga mati.tdk bs di tawar dg prasangka ketinggian ilmu sirimu yg kau klaim sbagai kebenaran tingkat tinggi. Adakah kau merasa lbh tinggi di banding rosululloh sbagai pemimpin manusia sgala zaman? .... Marilah kita kembali kpd tatanan syareat dan rapatkan barisan...
tarik nafas dulu....bersambung.
....original by Aisyah R al faqir....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar