Senin, 25 Februari 2019

"Ini Hanya Bisnis" by Tere liye

Kalian tahu Alibaba? Itu e-commerce dunia, yang tidak hanya jual HP, baju, kosmetik, dll secara retail. Alibaba juga bisa untuk memesan beras 100 ton misalnya, jual-beli dalam ukuran besar. Saya Tere Liye, mau masuk bisnis jual-beli beras, maka saya carilah pedagang dari luar negeri yang jual beras. Banyak daftar penjualnya, ribuan lebih. Ambil salah-satu ‘pelapak’, ada yang jual Vietnam Jasmine Rice 25% broken rice, dia jual 300 dollar per ton FOB, minimal pesan 50 ton. Kalau pesan di atas 200 ton, bisa negosiasi lagi. Estimasi waktu sampai sekitar 10 hari. Karena ini FOB, maka pengapalan, asuransi, gudang di Indonesia, dll, dll, saya yang tanggung. Mari kita ambil perkiraan paling mahal biaya pengiriman dll tersebut 100 dollar per ton, maka total dengan harga 400 dollar per ton, itu beras sudah tiba di Indonesia.

Jika dirupiahkan, dengan kurs 14.000, maka berapa harga beras ini per kilogram? 400 USD x 14.000 / 1000 kg, didapatlah angka Rp 5.600/kg. Berapa harga beras ini dilepas di pasar Indonesia? Bisa Rp 10.000/kg. Berapa keuntungan impor saya? Rp 4.400/kg. Jika saya boleh impor 2,2 juta ton (tahun 2018 total impor beras 2,2 juta ton). Maka keuntungan saya adalah: Rp 9,68 Trilyun. Mantul, mantap betul. Itu uang semua, Rp 9.680.000.000.000.

Setelah untung 9,68 Trilyun, saya memutuskan bosan jadi penjual beras. Baiklah, saya mau jual gula saja. Lagi2 gampang, mari buka Alibaba, cari pemasok luar negeri sana yang mampu kirim satu juta ton. Harga gula lebih murah, Kawan, 150-200 dollar per ton bisalah, asal kamu pintar cari pelapaknya. Tambah dengan ongkos kirim, dll, dll, jadilah 300 dollar per ton. Tiba di Indonesia, mentok ongkos semuanya hanya Rp 4.200/kg. Berapa harga gula sekarang Rp 10.000 - 11.000. Wuih, itu nyaris 2,5 x dari harga aslinya. No, no, kata bos, tidak boleh impor gula konsumsi masyarakat, hanya boleh gula rafinasi, untuk industri. Tak masalah, setahun kita bisa impor nyaris 3 juta ton. Maka jika keuntungan per kilonya adalah Rp 5.000, maka berapa keuntungan saya? Rp 4.000/kg x 3.000.000.000 = Rp 12 Trilyun. Alias Rp 12.000.000.000.000.

Bosan bisnis gula, sy bisa ganti lagi jagung, atau daging sapi, atau apapun itu, welcome semua ke Indonesia. Kita adalah negara ‘pengimpor’ hebat. Kalian tahu soal impor gula misalnya, Indonesia mengimpor lebih banyak dibanding China (yang penduduknya 4x Indonesia), dan AS. Tentu bisa dimaklumi, karena penduduk kita manis-manis, jadi memang suka gula, eh?

Asyik sekali jadi pengusaha import ini. Untungnya tak kira-kira.

Nah, ketahuilah, siapapun rezimnya, siapapun yang berkuasa di sana, sejak era Ken Arok dan Ken Dedes dulu, impor-impor ini senantiasa empuk dan lezat, Kawan. Kalau ada yang bicara tentang stabilisasi harga pasar, bicara soal melindungi petani lokal, proteksi atas industri lokal, bicara manis-manis itu, maka itulah gunanya politisi, mereka menjual kecap paling bagus. Sementara di belakangnya, tidak tahu. Mungkin tertawa terpingkal-pingkal.

Mafia! Adalah salah-satu kambing hitam favorit di negeri ini. Gampang nyomotnya, dikit-dikit: Ini salah mafia! Dasar mafia impor kurang ajar! Ini SEMUA salah mafiaaaa! Gampang banget nyalahin mafia. Lantas apakah pernah ketangkap mafianya? Pernah diusut? Tidak pernah. Saya tengok penjara, tak ada itu yang namanya Mafia, Bafia, Masfia, atau Dekfia. Entahlah siapa mafia-mafia ini. Ehem, jangan-jangan kamu yang di sana? Yang di sana? Atau kamu juga? Ayo ngaku, deh. Jangan malu-malu.

Lantas ributlah di medsos. Fans capres bertengkar soal impor. Riuh rendah. Ada yang salah-sebut data impor jagung. Ada yang bilang no impor. Saling menertawakan. Saling serang. Mari gelar tikar, menonton hiburan gratis yang seru. Tapi sayangnya, setelah bertengkar tujuh hari tujuh malam, besok2 semua lupa. Yang dulu benci impor, saat berkuasa eh, jadi love sama impor. Yang dulu benci BBM naik, nangis2 penuh drama, pas berkuasa, eh malah mendukung paling depan. Ternyata cuma siklus saja, siapa yang kebetulan lagi jadi penguasa atau oposisi.  Aduh.

Lantas mau kamu apa, Tere Liye? Kalau saya sih, kalau saya boleh usul, mari kita buka saja habis2an keran impor ini. Siapapun bisa beli langsung dari luar negeri sana. Toh, “tinggal” pesan Alibaba. Siapapun boleh masukin barang, tidak perlu cincai lagi, semua boleh, tidak dilarang, dicegat di bea cukai, pun tidak usah dikenakan tarif-tarifan, pajak-pajakan. Kita bebasin semuanya. Kamu mau beli beras, silahkan pesan saja langsung ke Alibaba, sampai rumah cuma 5.000/kg. Pengin gula, pesan ke penjual gula di Brazil sana. Tunggu, nanti ada Mamang Kurir bawa truk besar, “Pakeeeet”. Pengin jagung, pesan sana ke Amerika, nanti ada Mamang Kurir gendong kontainer, “Pakeeet”. Coba lihat, dipanggil kencang2 susah amat nyahutnya, giliran Mamang Kurir tereak pakeet! Lari ke depan sambil senyum2.

Lantas bagaimana dengan petani lokal? Dengan pabrik gula lokal? Petani jagung? Petani Garam? Bagaimana dengan defisit transaksi berjalan? Bisa tekor gila Indonesia. Bodo amat. Itu bukan urusan saya. Buka saja habis2an. Toh, selama ini semua hanya soal bisnis belaka. Omong kosong nasionalisme, patriotisme, dsbgnya itu. Ini semua hanya bisnis, Bro, Sis. Lu doang yang terlalu serius ngefans sama capres, padahal ini cuma bisnis. Hitung2annya masuk, bungkus. Nah, daripada rente trilyunan itu masuk kantong orang2 yang sudah kaya raya, tajir gila, mending kita bebaskan saja. Biar kita dapat harga murah semua.

Sialnya, kalian tidak semua akan sependapat dengan saya. Dan setelah saya pikir2, aduh, saya juga tidak yakin benar itu solusinya. Itu bukan solusi ‘nyata’. Malah rugi. Toh, saya kan sudah berniat jadi ompirtir. Saya sudah bilang dari tadi, Tere Liye mau bisnis jual beli beras. Maka bagi saya, lebih baik saya memulai mendirikan perusahaan impor, mulai kontak2 bos, nyari jatah impor buat tahun depan. Oke, bos? Kasihlah ke saya impor gula 10.000 ton saja. Itu sudah untung 50 milyar loh. Tak usah banyak2, bos. Nanti gantinya, saya buatkan kaos, poster, baliho, spanduk, dll. Deal?

Demikian. Siapa suruh baca tulisan ini. Tidak ada solusinya memang. Malah bikin tambah kesel.

Tere Liye

Sabtu, 16 Februari 2019

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu mengatakan,"Ada 3 buah tanda orang yang suka riya' (beramal tidak ikhlas):

1. Apabila sendirian maka dia menjadi pemalas

2. Dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang

3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya."

(Al Kabaa'ir, hal. 112)

Rabu, 06 Februari 2019

Sesuatu yg kau khawatirkan,ini solusinya
(Doa doa dari Al Qur an) ▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ’› khawatir hatimu berpaling dari hidayah :
ุฑَุจَّู†َุง ู„َุง ุชُุฒِุบْ ู‚ُู„ُูˆุจَู†َุง ุจَุนْุฏَ ุฅِุฐْ ู‡َุฏَูŠْุชَู†َุง ูˆَู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ุฑَุญْู…َุฉً ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْูˆَู‡َّุงุจ��ُ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐ŸŒทingin mati syahid :
ุฑَุจَّู†َุง ุขู…َู†َّุง ุจِู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„ْุชَ ูˆَุงุชَّุจَุนْู†َุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูَุงูƒْุชُุจْู†َุง ู…َุนَ ุงู„ุดَّุงู‡ِุฏِูŠู†َ ๐Ÿ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ˜“☝ terkena kesusahan :
ุญَุณْุจِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุชَูˆَูƒَّู„ْุชُ ูˆَู‡ُูˆَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ ๐Ÿƒ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐ŸŒธ ingin sholat kita dan keluarga terjaga :
ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ُู‚ِูŠู…َ ุงู„ุตَّู„ุงุฉِ ูˆَู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุชَู‚َุจَّู„ْ ุฏُุนَุงุกِ ๐Ÿ€
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ’“ ingin istri dan keluargamu patuh padamu :
ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง ๐ŸŒบ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ’ rumah yg penuh keberkahan :
ุฑَุจِّ ุฃَู†ْุฒِู„ْู†ِูŠ ู…ُู†ْุฒَู„ًุง ู…ُุจَุงุฑَูƒًุง ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ْู…ُู†ْุฒِู„ِูŠู†��َ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ‘Œ dijauhkan dari syetan :
ุฑَุจِّ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ู‡َู…َุฒَุงุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠู†ِ ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ุฑَุจِّ ุฃَู†ْ ูŠَุญْุถُุฑُูˆู†ِ ๐Ÿ’š
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ’ข takut masuk neraka :
ุฑَุจَّู†َุง ุงุตْุฑِูْ ุนَู†َّุง ุนَุฐَุงุจَ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจَู‡َุง ูƒَุงู†َ ุบَุฑَุงู…ًุง ๐Ÿ’ฆ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐ŸŒป khawatir Allah tidak menerima amal baikmu :
ุฑَุจَّู†َุง ุชَู‚َุจَّู„ْ ู…ِู†َّุง ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ُ ๐Ÿ‚
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
๐Ÿ˜”๐Ÿ‘†kesedihan dalam hidup :
ุฅู†ู…ุง ุฃَุดْูƒُูˆ ุจَุซِّูŠ ูˆَุญُุฒْู†ِูŠ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ ๐Ÿƒ
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
☺☝jangan kau pelit membagi doa doa Al Qur an ini kepada temanmu
๐Ÿ’
Nasehat : teruskanlah share postingan ini agar menjadi amal jariyah

Selasa, 05 Februari 2019

Ringkasan tausiah ustadz kemarin
(mohon koreksi bila ada kesalahan)

Ada 3 adab untuk Menuju/mendekatkan diri pada Allah, yaitu:
1. Adab syariah, maksudnya  dlm mend3katkan diri pada Allah kita harus dengan ketentuan yang sudah ditetapkan Allah mll Nabi-Nya.
2. Adab hidmah, yang bermakna bahwa dalam mengerjakan ibadah dan segala sesuatu kita harus IKHLAS dengan maksud Semata2 berhidmah kpd. Allah, bukan utk yg lain. Karena kita diciptakan hanya utk ibadah.
3. Adab hak, yg bermakna kita harus Sebenar benarnya menunaikan hak-hak Allah.

Dan..
Untuk mencapai ketiga hal di atas, harus ada 4 Maqom  dalam diri dalam menunaikan adab tersebut :
1. Meyakinkan diri kita adalah fakir, artinya kita Sll membutuhkan Allah, dan semua yg ada pada kita adalah hanya titipan Allah untuk memudahkan kita beribadah kepada Nya.
2. Menghinakan diri dihadapan Allah, artinya jangan ada kesombongan sedikitpun dalam diri kita, krn Hanya Allah yg mulia, Kesombonhan hanya milik Allah.
3. Merasa lemah, artinya kitq harus merasa lemah dihadapan Allah, kita harus menghamba dan sll memohon pertolongan Allah dalam segala hal.
4. Menyadari  Fana, artinya harua ditanamkan dalam diri bahwa diri kita pasti TIDAK ADA YANG KEKAL kecuali ALLAH.

===K3N...Bukan ustadz===
Copasan, Penulis asli tidak diketahui.

BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL

1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.

4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.

5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.

6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.

7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.

8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.

10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.

12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.

14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.

15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.

16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.

19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.

25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 63 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as-Suyuthi dan selainnya)

Minggu, 03 Februari 2019

๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸKisah seorang pemuda, 'Alqomah๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ

๐Ÿ’กSeorang pemuda dari kalangan sahabat sedang sakit, namanya adalah 'Alqomah. Sakitnya bertambah parah, sehingga istrinya diutus untuk menghadap Rasulullah guna menyampaikan bahwa suaminya sedang menghadapi sakaratul maut. Maka Rasulullah mengirim kepadanya Ammar, Bilal dan Shuhaib.

๐Ÿ”ŠRasulullah berpesan kepada mereka,
๐Ÿ’ฌ *Talqinkanlah dia dengan syahadat*
Mereka bersegera mentalqinkannya dengan syahadat dan dia tidak mampu mengucapkannya.

๐Ÿ“–Mereka kembali kepada Rasul dan menceritakan keadaannya. Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup?*
Dikatakan,
๐Ÿ’ฌ *Wahai Rasulullah, dia memiliki seorang ibu yang sudah renta*
Kemudian Rasulullah mengutus seorang guna menjemputnya dan mengatakan,
๐Ÿ’ฌ *Jika kamu mampu untuk berjalan menghadap Rasulullah, maka Pergilah kepadanya. Jika tidak, maka tunggulah beliau hingga mendatangi rumahmu*
Berkatalah ibu renta tersebut,
๐Ÿ’ฌ *Jiwaku sebagai tebusan untuk jiwanya. Aku lebih berhak untuk mendatanginya*

๐Ÿ’ŽDia pun berdiri Bersandar kepada tongkat dan mendatangi Rasulullah, dia mengucapkan salam dan Rasulullah membalas salamnya tersebut. Rasulullah berkata kepadanya,
๐Ÿ’ฌ *Wahai Ibu 'Alqomah, jujurlah kepadaku dalam berkata. Jika kamu berdusta kepadaku, akan datang Wahyu dari Allah menceritakan hal yang sebenarnya. Bagaimana keadaan anakmu 'Alqomah?*
Dia berkata
๐Ÿ’ฌ *Wahai Rasulullah, dia berhak melakukan sholat, berpuasa dan bersedekah*
Kemudian Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Kemudian bagaimana keadaanmu bersamanya?*
Ibu tadi berkata,
๐Ÿ’ฌ *Aku marah kepadanya*
Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Kenapa?*
Dia berkata,
๐Ÿ’ฌ *Dia lebih mengutamakan istrinya daripada diriku*
Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Sesungguhnya kemarahan ibu 'Alqomah kepada anaknya, menutup lidah 'Alqomah dari syahadat*

๐Ÿ‘คKemudian Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Wahai Bilal, pergilah dan kumpulkan kayu bakar untukku!*
Ibu 'Alqomah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Apa yang akan engkau lakukan dengannya, Wahai Rasulullah?*
Maka Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Kami akan membakar anakmu ke dalam api*

๐ŸŒบIbu 'Alqomah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Wahai Rasulullah, dia adalah anakku. Hatiku tidak kuat melihat nya di bakar di dalam api*
Maka Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Wahai ibu 'Alqomah, azab Allah lebih keras dan lebih kekal. Api dunia lebih ringan daripada api akhirat. Jika engkau ingin Allah mengampuninya maka ridhoilah dia. Demi jiwaku yang berada di dalam genggamanNya, tidaklah 'Alqomah tidak akan mendapatkan manfaat sholatnya, puasanya, sedekahnya, selama engkau membencinya*

✨Dia berkata,
๐Ÿ’ฌ *Wahai Rasulullah, aku bersaksi kepada Allah, para malaikatNya dan kepada kaum muslim yang hadir bahwa aku telah Ridho kepada anak 'Alqomah*
Maka, Rasulullah berkata,
๐Ÿ’ฌ *Pergilah kepadanya, wahai Bilal. Lihatlah dia, apakah sudah bisa mengatakan syahadat atau tidak. Bisa jadi ibu 'Alqomah berkata dengan apa yang tidak ada dalam hatinya, lantaran malu kepadaku*
Maka, Bilal pergi dan mendengarkan 'Alqomah mengucapkan syahadat. 'Alqomah meninggal pada hari itu.

✍Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun mendatanginya dan mendatangi pemakamannya serta mensholatinya. Kemudian beliau berdiri di kuburnya dan berkata,
๐Ÿ’ฌ *Wahai sekalian Muhajirin dan Anshor. Barangsiapa yang mengutamakan istrinya daripada Ibunya maka dia mendapat laknat dari Allah, dari para malaikat dan dari sekalian banyak manusia. Allah tidak akan menerima sedikitpun dari amalannya, kecuali kalau dia bertaubat kepada Allah, berbuat baik kepada ibunya dan meminta keridhaannya. Maka, Ridho Allah ada pada Ridho Ibunya dan murka Allah ada pada murkanya*
(HR Baihaqi dan Kharaithi)

 ๐ŸŒน ๐ŸŒน ๐ŸŒนRefrensi ๐ŸŒน ๐ŸŒน ๐ŸŒน
๐Ÿ“Judul buku: Kisah-kisah Sahabatdan Orang-orang Sholih
Judul asli: Qoshoshu ash-Shohabati wa ash-Sholihin
๐Ÿ‘คpenulis: Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rowi
๐Ÿ“›Penerbit: Tiga Serangkai, Solo 2015
Hal 166-167

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท
===============
Sumber : **Kajian Sunnah**

 ⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔

Sabtu, 02 Februari 2019

MARAH

Nasehat bagus....

MARAH akan menghilangkan ARAH.
walau nyatanya manusia saling JARAH.
karena merasa hidup makin PAYAH.
dan terasa makin PARAH.

Kinipun banyak BROMOCORAH.
Yang kerjanya hanya MENJARAH.
Demi ikuti angan yang PONGAH.
Tak ingat saat saat ia TERTENGADAH

Ingatlah selalu pesan AYAH.
Telunjukmu jangan salah ARAH
Lakukanlah hanya diatas SAJADAH.
Karena itulah yg hilangkan GUNDAH.

Keinginan membuat menelan LUDAH.
Tapi tetap jauhi langkah SALAH.
Agar semua terasa MUDAH.
Dan akan berakhir INDAH

(terinspirasi dari postingan Guruku Kintoko Rochadi dan tanggapan dari suhuku Liliek Pranachitra.) #Bromocorah)